Minggu, 25 November 2012

Resensi Golden Bird


Intan : Harta Karun yang Tersembunyi

Judul buku                       : Golden Bird : Alpha
Nama Penulis                  : Luna Torashyngu
Nama Editor                    :
Kota terbit                        : Jakarta
Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit                       : 2012
 Tebal halaman                  : 272 hlm
Cetakan buku                    : cetakan pertama
Warna cover                      : Hitam Keemasan
Jenis buku                           : Faksi (fakta dan imajinasi)
Nomor ISBN                       : 978 – 979 – 22 – 8729 – 9
Harga buku                         : Rp40.000,00
                Luna Torashyngu. Anak remaja yang menyukai misteri dan berjiwa petualang pasti tahu dia. Ya. Dialah seorang penulis muda berbakat yang terus–menerus berkarya di dunia tulis menulis ini. Sudah banyak sekali novel hasil karyanya. Tema dari novel-novelnya pun beragam. Mulai dari kisah-kisah anak remaja yang messy, olahraga, misteri, tekhnologi, bahkan sampai tentang pembunuhan. Uniknya, dari  semua karyanya itu, selalu ada satu hal yang tidak berunah. Yaitu tentang rahasia dari tokoh utamanya yang Luna banget.
Sebenarnya, Luna Torashyngu juga bukan nama aslinya. Dia menggunakan nama pena. Luna tidak pernah mau mengakui identitasnya di depan publik. Dalam bahasa Spanyol, Luna berarti bulan dan Torashyngu adalah sebuah nama dalam bahasa Jepang. Ia memilih nama Torashyngu yang berbau Jepang karena ternyata dia menyukai hal-hal yang berbau Jepang. Dari mulai masakan Jepang, musik, hingga drama. Penyanyi favoritnya adalah Ayumi Hamasaki, BoA, dan Laruku. Sedangkan film Jepang kesukaan Luna yaitu Yomigaeri dan drama favoritnya yaitu Love Generation-nya Takuya Kimura dan Takako Matsu. Cerita yang penulis akui sebagai cerita cinta sederhana, akan tetapi mengesankan. Bahkan saking sukanya dengan Jepang, penulis pernah berkata bahwa beberapa cerita tulisannya terinspirasi dari J-Movie dan drama yang pernah ditontonnya. Luna Torashyngu bisa dihubungi lewat emailnya luna@novelku.com. Kita juga dapat melihat perkembangan karyanya lewat websitenya www.novelku.com .
Golden Bird : Alpha merupakan novel hasil karya Luna Torashyngu yang kesekian. Novel ini merupakan sekuel dari seri Beauty and The Best Series-nya Luna. Dalam seri ini Luna mengeksplor pengetahuannya mengenai ilmu komputer dan seluk beluknya. Pemeran utama novel Luna dalam seri ini yaitu Muri Handayani, yang merupakan murid SMA yang sering berpindah-pindah sekolah karena pekerjaannya sebagai white hacker. White hacker merupakan seorang hacker yang kerjanya melawan black hacker yang mau mencuri atau menghancurkan  data suatu perusahaan. Tugas dari white hacker adalah membuat program yang bisa untuk mendeteksi dan menghalau program buatan black hacker. Dan itulah pekerjaan Muri. Muri mewarisi kepintaran komputer dari ayahnya, Dimitri Mendev yang tiada lain tiada bukan adalah seorang ilmuwan dunia komputer di Rusia. Sedangkan ibunya merupakan wanita ayu yang berasal dari Indonesia. Dan dari percampuran itulah Muri menjadi blasteran Indo yang banyak menarik perhatian. Setelah menghilangnya kedua orang tua Muri, Muri dititipkan kepada adik dari ibunya di Indonesia sehingga Muri hidup dengan keluarga pamannya. Paman Muri yang bernama Anwar memiliki seorang anak yang berumur 4 tahun lebih tua dari pada Muri yang bernama Dian Handayani. Dian merupakan sosok seorang kakak yang sangat menyenangkan bagi Muri dan Muri sangat menyayangi Dian. Muri dan Dian diajari tentang komputer oleh Anwar sejak kecil. Mereka yang memang sama-sama hobi membacajuga  jadi saling cocok dalam segala hal termasuk dalam komputer. Masing-masing dari mereka saling mendalami ilmu komputer secara diam-diam. Dan tanpa saling tahu, keduanya menjadi programmer handal yang dikenal di dunia komputer.
Berbeda dengan ketiga buku sekuel seri ini yaitu Beauty and The Best, Best of The Best, dan Golden Bird yang biasanya bertokoh utama Muri yang berbakat dan misterius, buku keempat yang berjudul Golden Bird:Alpha ini justru menonjolkan diri Dian sebagai tokoh utama. Dalam seri keempat ini, kepintaran dan keahlian Dian-lah yang lebih terlihat. Dian yang merupakan maskot SMA Veritas, yang terlihat kalem dan pendiam ini ternyata memiliki banyak kemampuan tersembunyi. Salah satunya tentang keahliannya dalam ilmu komputer.
Ayah Dian dulunya merupakan seorang administrator di perusahaan terkenal dunia, Trisona Grup sebelum meninggal karena perampokan. Trisona Grup merupakan perusahaan kelas dunia yang memiliki jalinan bisnis luar biasa dan terbilang salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Tugas dari Ayah Dian-Anwar- yaitu untuk menjaga dan mengoperasikan server utama Trisona Grup. Server utama ini sangat rahasia dan sangat di protect. Tidak ada yang tahu bagaimana isi dari server utama grup yang diberi nama Arimbi ini kecuali sang administrator. Server utama ini dijaga dengan sangat ketat karena merupakan isi dari seluruh data Trisona Grup. Bisa dibilang server utama ini berharga jutaan bahkan miliaran dolar. Banyak sekali hacker yang menyerangnya, tapi sejauh ini sang administrator yang dirahasiakan dari publik itu dapat menghalaunya dengan baik. Dengan memiliki administrator yang handal membuat Heru-pemilik Trisona Grup-merasa aman. Akan tetapi tidak lama menjadi administrator Anwar meninggal dan akhirnya digantikan oleh sahabatnya, Imran.
Imran yang tidak kalah handal dari Anwar-terbukti dari sepak terjangnya yang selalu berhasil menghalau hacker yang menyerang Arimbi-mulai mengajari Dian tentang ilmu komputer lebih dalam. Sehingga Dian menjadi ahli di bidang tekhnologi komputer. Secara pelan tapi pasti Dian dikenalkan dengan Arimbi dan diceritakan tentang Arimbi lebih banyak. Imran nekad melakukan ini karena sebenarnya ini melanggar perjanjian dengan perusahaan yang mengatakan bahwa seharusnya seorang administrator dirahasiakan dan merahasiakan jati dirinya di depan publik karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan. Akan tetapi Imran yakin dan percaya pada Dian bahwa Dian akan merahasiakannya dan tidak akan macam-macam. Sebenarnya niat awal Imran adalah secara tidak langsung menyerahkan penguasaan Arimbi kepada Dian secara diam-diam karena ia merasakan suatu firasat sejak lama. Namun firasatnya itu tidak terbukti hingga akhirnya Imran menghilang selama beberapa hari.
Hilangnya Imran membuat banyak orang ketakutan dan terkejut termasuk dengan Heru dan Andini, pemilik Trisona Grup. Bersamaan dengan hilangnya Imran, Arimbi diserang oleh virus Kiss of Death, virus yang tidak pernah dikalahkan oleh siapapun. Andini yang mengetahui Dian juga memahami komputer meminta Dian untuk mengusir virus Kiss of Death dari server utama. Akhirnya, Heru membawa Dian dan Yudha-seorang tekhnisi muda lulusan MIT yang memiliki perasaan khusus pada Dian tapi dicintai oleh Fiona, anak dari Heru dan Dian-untuk bekerja sama dalam mengusir virus Kiss of Death. Sesampainya di tempat server utama berada, mereka bertemu dengan Harsa-sahabat Heru sejak lama, termasuk salah satu pendiri Trisona Grup-yang sedang menunggu mereka untuk mengantar mereka ke ruang utama tempat Arimbi berada. Orang kepercayaan Heru ini turun dan meminta Dian untuk membuka Arimbi agar virus Kiss of Death bisa dimusnahkan dari dalam. Awalnya Dian ragu karena Imran berpesan padanya agar ia tidak gegabah untuk membuka Arimbi kecuali dalam keadaan yang sangat darurat. Akan tetapi akhirnya ia pun berusaha membuka Arimbi dan berhasil. Setelah Dian berhasil membukanya, tiba-tiba Harsa menodongkan pistol kepadanya dan Yudha. Mereka yang tersentak kaget langsung mengerti. Tadi Dian juga sempat merasakan keanehan sewaktu memeriksa Kiss of Death. Kiss of Death itu bukanlah virus, melainkan sebuah Trojan, yaitu program yang diam-diam seorang hacker masukkan ke komputer lain dengan maksud untuk menguasai komputer yang dimasukinya.Trojan ini memiliki dua fungsi, yang pertama bertugas seolah-olah sebagai virus tapi yang lainnya befungsi untuk meng-copy data komputer yang dijangkitinya. Keanehan lain yang Dian tremukan yaitu bahwa tidak mungkin Kiss of Death masuk kedalam Arimbi tanpa ada bantuan orang dalam. Dan sikap Harsa ini membuktikan keanehan yang dirasakannya itu. Ternyata Harsa-lah yang telah dengan sengaja menjadikan Kiss of Deathsebagai pancingan agar Dian mau membuka Arimbi.
Dian dan Yudha dalam keadaan terdesak. Mereka mencari cara untuk menutup Arimbi kembali dan melarikan diri, namun kedatangan Sonya,nama Natasha-pembuat Kiss of Death-di kalangan hacker menyulitkan mereka. Karena ternyata dia datang untuk meng-copy Arimbi dan membantu Harsa. Harsa yang ternyata sudah sejak lama merencanakan hal ini bercerita pada Dian bahwa sebenarnya Yudha juga memiliki tujuan yang sama dengannya, yaitu untuk menghancurkan Trisona Grup dan mengambil alih asetnya. Yudha yang terkejut karena Harsa tau mengenai rencananya itu seketika pucat. Harsa pun akhirnya memberi tahu Yudha tentang kerjasamanya dengan Winar, teman ayah Yudha yang selama ini ia kenal sebagai paman yang telah menyekolahkannya. Yudha pun menyesal karena telah menyetujui rencana Om Winar sehingga ia membahayakan banyak hal. Awalnya ia hanya ingin balas dendam kepada keluarga Heru yang katanya telah membunuh ayahnya yang merupakan kakak angkat Heru, Teddy. Namun dendamnya menjadi terusik semenjak Heru menceritakan tentang kematian Teddy padanya. Sehingga kegundahan yang Yudha rasakan membuat Winar kesal karena rencana mereka berulang kali tertunda dan akhirnya membuat Winar bekerja sama dengan Harsa.
Sekarang Yudha tahu siapa yang salah dan siapa yang benar. Ia juga menyesali segala hal merugikan yang telah diperbuatnya. Sekarang ia jadi memikirkan tentang dampak dari apa yang telah diperbuatnya. Dan memikirkan orang yang akan dirugikan karenanya termasuk Fiona. Gadis kecil itu akan kecewa jika mengetahui motif awal Yudha mendekatinya. Setelah Yudha berfikir lebih lanjut, ternyata sudah lama juga rencananya mendekati Fiona berjalan sehingga ia sampai tidak sadar perubahan perasaan yang terjadi padanya setiap bertemu dengan Fiona. Hingga kini Yudha sadar, dia mencintai gadis yang satu itu juga. Akan tetapi kesadaran itu malah membuatnya semakin tertekan karena ia juga sadar bahwa ia menginginkan Dian, ia mencintai Dian.
Akhirnya terjadi pertarungan hebat di ruang utama Arimbi. Harsa yang berusaha membunuh mereka diterkam Yudha hingga mereka berkelahi dan pada akhirnya Harsa tertembak.Sedangkan Dian berusaha bertarung dengan Natasha, berusaha untuk menggagalkan usaha Natasha meng-copy Arimbi. Dan akhirnya Natasha pun tumbang . Namun sialnya, Natasha telah mengaktifkan virus Kiss of Death sebelum pingsan. Yudha dan Dian pun bekerja sama untuk memusnahkan virus yang bekerja pada Trojan tersebut. Ketika hampir berhasil, mereka melupakan bahwa Harsa belum mati, hanya pingsan karena tertembak. Akhirnya ditengah-tengah usaha mereka, Dian tertembak dan langsung bersimbah darah. Yudha yang melihatnya langsung tersulut api kemarahan dan langsung meyerang Harsa hingga ia kalap. Yudha hampir saja membunuh Harsa kalau saja Heru tidak melerainya. Heru tiba-tiba datang dengan polisi. Polisi akhirnya menangkap Harsa dan Natasha yang masih pingsan. Setelah mereka pergi, Yudha meminta Dian untuk mau segera pergi ke rumah sakit, tapi Dian tidak mau dan malah meminta Yudha untuk menggantikannya memusnahkan Kiss of Death, Yudha yang tidak tega mengabaikan permintaan Dian akhirnya menurutinya dan akhirnya mereka berhasil. Sedetik setelah Yudha tersenyum karena berhasil, Dian meninggal.
Meninggalnya Dian karena kasus yang tidak terduga itu membuat Muri sangat terpukul. Pada akhirnya, ia pindah ke SMA 76 Bandung untuk menghapus kenangan manisnya dengan Dian di Jakarta. Dan dari sana ia menjalankan misinya, yaitu untuk melindungi Arimbi. Ia mengirim program buatannya yang dapat berfungsi untuk program keamanan yang belum dapat tertembus oleh hacker manapun kepada Arimbi.
Cerita dari novel ini sangatlah luar biasa. Menunjukkan sisi pintar Luna sebagai penulis. Serta memberikan wawasan yang besar kepada pembacanya. Penulisan dari novel ini pun tak kalah menyenangkan. Alur cerita dibuat rumit tapi pembawaannya dibuat sesimpel mungkin sehingga membuat pembaca jadi menikmati kata-perkata yang ada di dalam novelnya ini. Keahlian Luna dalam memilih kata pun luar biasa. Pemilihan katanya dibuat menarik dan tidak membingungkan. Sehingga pembaca bisa mengerti jalan cerita dari novelnya meskipun novel dia termasuk kedalam kategori novel  berat. Novel ini dibuat begitu nyata sehingga dengan mudah pembaca akan dapat membayangkan sang pemeran utama yang sedang memerankan perannya meskipun pembaca mungkin sebenarnya termasuk orang awam tentang komputer.
Selain tentang dunia komputer, dalam novel ini juga ditampilkan berbagai macam masalah yang biasanya memang terjadi di dalam dunia ini seperti musuh dalam selimut, serigala berbulu domba dan hal yang lainnya. Nilai-nilai tambahan ini juga mambuat pembaca sadar dengan dunia yang sedang dihadapinya. Tentang kemungkinan dikhianati sahabat karib, tentang rencana-rencana buruk yang bisa berubah menjadi baik ataupun sebaliknya. Novel ini secara tidak langsung mengajari pembaca untuk menyikapi setiap masalah yang tengah menerjangnya. Mengajari pembaca untuk lebih teliti dan lebih cermat dalam setiap langkah yang harus dia ambil di kehidupannya kini. Novel ini juga bisa membuat pembaca menjadi sadar dan membuka mata terhadap kehidupannya sendiri. Sehingga secara tidak langsung novel ini bisa berdampak luar biasa bagi si pembaca, tergantung tanggapan si pembaca terhadap novel ini.
Alur dari novel yang rumitpun dibuat menarik karena ceritanya disambung-sambungkan dengan novel sekuel lainnya dan menguak rahasia masa lalu salah tokoh-tokohnya sehingga pembaca bisa merasa puas setelah membaca novel yang hanya 268 halaman ini. Dari novel ini juga kita bisa belajar banyak tentang ilmu komputer karena bahasa-bahasa aneh yang merupakan istilah dalam dunia komputer selalu diberi footnote dibawahnya sebagai penjelasan. Sehingga pembaca bisa menikmati novel sambil belajar. Kelebihan lain dari novel ini yaitu novel ini memiliki cover yang misterius dan sinopsis yang memiliki daya hipnotis tinggi. Tampilan luar yang mengesankan inipun bisa menjadi nilai plus untuk novel ini. Sehingga tampilan ini dapat menarik massa dan membuat orang yang hanya sekedar lewat jadi ingin membacanya.
Namun ada juga kekurangan dari novel ini yaitu dibeberapa bagian dari novel ada bahasa-bahasa pemrograman yang tidak diberi footnote, sehingga membingungkan pembaca. Selain itu juga novel ini tidak bisa dikategorikan sebagai novel santai yang bertujuan untuk mengisi waktu kosong. Karena novel ini termasuk kategori novel berat yang biasanya dibaca dengan sengaja oleh pembaca karena mungkin rasa petualangnya tertarik. Novel ini berisi sangat banyak pengetahuan tambahan yang biasanya tidak dimiliki novel lain yang hanya menceritakan tentang kisah cinta anak remaja. Selain menyinggung tentang cinta di kalangan remaja, novel ini juga bercerita tentang banyak hal kompleks lainnya yang sedikit membingungkan. Sehingga mungkin peminat dari novel ini hanya orang yang memang tahu tentang dunia komputer atau orang yang kebetulan tertarik untuk membaca.  Sekuel keempat dari seri Beauty and The Best ini juga memiliki karakteristik yang sama dengan sekuel lainnya yang bersifat misterius. Karena novel ini berakhir menggantung sehingga pembaca tidak jarang juga merasa geregetan tentang akhir ceritanya. Hal ini bisa saja sebenarnya jadi daya tarik novel ini, tapi tidak juga menutup kemungkinan membuat pembaca menjadi kapok dan merasa kurang puas. Novel ini cocok dibaca oleh remaja karena kehidupan Dian yang masih SMA sangat kental dengan kehidupan remaja.
Secara keseluruhan, novel ini menarik dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Apalagi di bagian sampul tertulis nama Luna Torashyngu yang telah besar di dunia tulis-menulis ini yang menambah nilai plus bagi novel ini. Akan tetapi sesuai dengan hukum alam selama ini, tiada yang sempurna di dunia ini. Begitupun novel ini. Sehebat-hebatnya novel hasil karya Luna ini, tetap saja ia memiliki sisi lain untuk di kritisi. Semoga novel yang telah beredar di seluruh toko buku di Indonesia ini bisa memberikan dampak positif bagi pembacanya. Dan kalaupun ada sisi negatifnya, semoga pembaca bisa dengan pintar memilah-milah tentang mana hal yang dapat diambil dan mana hal yang harus ditinggalkan.